Jumat, 19 April 2013

SALOME ( SATU LOMANG UNTUK RAME-RAME )


Lomang Tapai
Ichin mempunyai teman bernama andi, heri dan alan, kesemua temannya itu tinggal satu rumah atau bisa juga dibilang tergabung dalam satu kos-kosan, sedangkan ichin berbeda tempat tinggal  dengan mereka bertiga, meskipun rumah ichin berjarak cukup jauh dari kos-kosan temannya, tapi ichin lebih sering menhabiskan waktunya di kos temannya ketimbang harus tinggal di rumahnya sendiri, tak jarang juga ichin tidur dikos-kosan temannya, meskipun ada jadwal kuliah dipagi hari nya, ichin jarang meninggalkan perkuliahan, karena menurut ichin tujuan yang paling utama dia berangkat kekota ini hanya untuk menimba ilmu..kalau urusan bersenang-senang adalah hal yang nomor dua, ichin sebetulnya bercita2 untuk membahagiakan orang tua nya, iya ingin orang tuanya tersenyum disaat melihat putra semata wayang memakai baju toga..dengan niat nya itulah ichin jarang meninggalkan kuliah, meskipun dia sering  bergadang bersama teman2nya, dia tetap berangkat kekampus meskipun mata ichin hanya tinggal 5 watt sesampainya dikampus, dan tak jarang pula ichin tertidur didalam kelas dan disaat dosen sedang menerangkan ichin memilih bangku yang paling belakang, agara disaat dia tidur dosen gak bisa melihat aktifitas nya dibelakang..
Pernah suatu ketika diesok hari nya ichin itu harus menghadpi ujian semester dikampus nya, namun ichin tetap cuek, dia malahan pergi dengan teman nya untuk bermain biliard di suatu tempt yang cukup terkenal dikotanya pada saat itu, , sakin asik nya bermain tampa terasa, tuh tempat biliard harus tutup karna batas waktu bukanya hiburan malam seperti biliard dan karoke sudah habis, jikalau mereka bersih keras juga untuk tetap buka, maka bisa-bisa tuh tempat akan terjaring raziah Satpol PP, mendengar kalau tuh tempat akan ditutup, ichin dan kawan-kawanya merasa tunggung, mereka meminta kepada karyawan ditempat itu untuk menutupnya sebentar lagi, karna permainan mereka blum selesai, setelah sekian lama menunggu, para pelayan-pelayan dan sekurity ditempat itu mencoba untuk menyuruh mereka untuk menyudahi permainan mereka, agar para pelayan bisa cepat2 pulang, merasa tak mampu untuk menegur mereka, tiba-tiba muncul lah orang yang mempunyai biliar tersebut dengan dua orang berpakaian safari hitam-hitam yang berbadan cukup besar,
   " Hei bro..maaf kami akan segera tutup, tolong selesaikan permainan kalian ya.." Kata laki itu  dengan sopan pada mereka..
   " Maf ya bro..maaf banget.. neh lagi tanggung mainnya gak bisa kah kalian untuk menunggu kami sebentar lagi.."
   " Dari td kami tunggu dan tunggu namun kalian tak menghiraukan kami, kalau mu cari gara-gara jangan disini lah bro" berkata laki itu dengan nada yg cukup emosi
   " Kami bukan cari gara-gara bro, kami kan bayar disini"
   " Wah songong neh anak..lu main sebentar dan tak membeli minum aja dah belagu kalian mau bayar.. Mendingan kalian cabut sana, dari pada gw bertindak kasar terhadap kalian" kata laki itu dengan sedikit mengancam mereka..
Dan saking emosinya, berkata salah seorang teman ichin dengan berbahasa kampung, berharap tuh cina yang punya biliard tidak mengerti..
   " Jan maau..au juo kalian ma.."
Tiba-tiba laki itu lansung bilang
   " Apa lu billang?"
Ternyata salah orang anak buah tuh cina mengerti bahasa kampung, dan lansung menerjemahkan kebahasa indonesia, yang artinya kira2 begini..
(Jangan bacod aja lu)
Spontan aja tuh bodyguard tuh china maju dan mengejar mereka, merasa mereka kalah jumlah dengan anak buah tuh cina, mereka lansung lari meninggalkan tempat biliard tampa membayar sepersen pun kepada tuh china, setelah mereka merasa aman dari kejaran bodyguard-bodyguard tadi akhir nya mereka berhenti, dan mereka tertawa karna mereka merasa lolos dari kejaran bodyguar yang berbadan besar, dan dapat main gratis lagi, sungguh  tak terbayangkan oleh mereka kalau seandainya mereka tertangkap oleh bodygurad2 tadi, wah bisa babakbelur dech muka mereka satu-persatu. Mereka amat berung malam itu, saking merasa beruntung bukan nya mereka pulang dan mengucapkan sukur, justru mereka pindah tempat nongkrong, mereka mencari tempat seperti cafe-cafe gitu, sekaing asiknya duduk dicafe tersebut, gak terasa hari sudah pagi, suara azan subuh pun sudah terdengar dari kejauhan, ichin sebetulnya sudah dari tdi ingin pulang tapi karna teman2 nya maksa untuk mampir dulu dicafe, ya terpaksa ichin turutin, karena menghargai teman aja, padahal ichin ada ujian semester di pagi hari nya..waktu udah menunjukan 04.30 pagi, ichin trus desak teman2nya, akhirnya mereka mw plang juga, mungkin mereka udah mulai ngantuk, sampai dikos-kosan temannya udah jam 5.00, tampa ragu2 ichin lansung tidur saja, dengan niat jam 6.00 pagi udah terbangun,
Apa....!!!
Cuma tidur satu jam..bisa kebayang gak sih, gmn rasa nya tidur satu jam setelah semalaman gak tidur..pasti badan nya sakit-sakitlah, kepalanya pusinglah, namun demi cita-citanya hal itu dengan kepaksa ia lakukan juga,
Dan alaram pun berbunyi pada pukul 6.00 pagi, berhubung mereka masih ngantuk semua, dan lelah,,alaram itu pun sama sekali tak terdengar oleh mereka meskipun diletakkan disamping telinga..
alaram terus bunyi..sedang kan waktu sudah menunjukan pukul 7.00, ichin mulai mendengar alaram tersebut, namun dengan badan yang sangat berat sekali untuk digerakkan, namun ichin mulai memaksakan untuk ambil jam tersebut, dan melihat jam,
   " Mampus lah,,alaram sialan dihidupkan jam 6.00 malah bunyi jam 7.00 "
Ichin menyalahkan alaram tersebut, padahal alaramnya gak salah apa-apa diakan udah bunyi dari jam 6 tadi namun dia nya ja yang kedengeran,,pake nyalah2kan alaram segala,,
Ichin bergegas mencuci muka, dan lansung pulang kerumahnya untuk ganti baju, dan sesampainya dikampus ichin melihat orang sedang rame diluar,ichin berpikir kalau teman-teman satu lokalnya belum masuk ujian..
 "untung saja gak terlambat"  kata ichin dalam hati,
Tetapi Setelah ichin bertanya-tanya pada temannya, rupanya ujian yang pertama udah selesai, sekarang itu waktunya istrahat dan menunggu untuk unjian kedua,
Mampus dech, bisa gagal neh matakuliah yang diujiankan, pikir ichin, namun ichin tak menyerah begitu saja, dia menjumpai dosen mata kuliah tersebut dan memohon untuk di berikan ujian ulang atau ujian susulan, berhubung tuh dosen amat baik dengan ichin, maknya ia mendapt ujian susulan,  nantinya setelah ujian kedua selesai, dan diujian itu, ichin hanya mengerjakan ujian sendiri saja, terang aja ichin bingung, jangan kan belajar, pegang buku aja gak pernah, gimana nantinya mw jawab soal, tapi ichin tetap  bersukur mendapat ujian susulan, ketimbang tuh mata kuliah gagal kan, walaupun nantinya tuh ujian gagal juga, dikarenakan lembar jawaban yang kosong..tetapi paling tidak ichin udah berusaha,,,cayo ichin...!!!
Seminggu telah berlalu..ujian akhir smesterpun selesai juga, ichin sebetul nya sudah libur, namun dia tidak plang kampung, di lebih memilih tetap tinggal dikota, sebab kalau dia masih tetap dikota uang kiriman nya tetap berjalan dari minggu keminggu nya, berbeda jika ichin harus plang kampung, jangan kan untuk jajan, untuk membeli pulsa pun ichin harus bersusah payah mencari uang, ya mw tak mau ichin harus mencari pekrjaan sampingan dikampung, makanya ichin lebih memilih untuk tinggal dikota saja.
Untuk mengisi waktu libur ichin hari demi hari bermain saja, siang main game di warnet, dan kalau malam main dikos teman-temanya,,
Pernah pada suatu malam ichin dan bertiga temanya sedang nongkrong2 dikos,
  " Dari pada kita bengong2 aja di kost mending kita main biliard yuk" ajak ichin kepada ketiga temannya,"
  " Wah, bukannya gak mau chin, tapi pendanaan menipis neh" jawab andi.,
  " Iya neh chin, lagi bokek " jawab alan..
  " Iya juga sih..mana kiriman blum datang lagi " tambah heri
  " Gimana kalau kita mainnya bentar aja, hanya untuk melepas kecanduan" kata ichin dengan sedikit rayuan agar teman nya mau..
  " Ok lah..dari pada kita bengong-bengong aja nih dikos, ntar malah kerasukan kita " berkata salah sstu teman ichin..
Dan akhirnya mereka pun pergi untul main biliard, tapi tidak ditempat yang bermasalah yang dulu tentunya, mereka mencari tempat biliard yang baru buka di kota tersebut,  emang pada waktu itu, dimana dikota itu sedang berkembang nya tempat-tempat hiburan seperti biliard dan karoke.
Sesampainya ditempat biliard, mulailah mereka bermain, dan ditemani dengan Marka-marka biliard yang cantik-cantik, dan memakai rok mini, yang mana membuat terpesona setiap lelaki yang datang untuk bermain ditempat tersebut, maklum saja lah namanya juga tempat yang baru buka, tentu mereka menampil kan peporma terbaiknya, sehingga mampu menarik pelanggan untuk sering datang ketempat mereka, toh lama kelaman tuh cew kalau yang jadi markanya nya make celana panjang juga, karna tempat nya yang udah lama, seperti tempat biliard yang ada masalah kemaren-kemarin itu.
Setelah mereka lama bermain dan sambil ngerayu marka nya biliard yang sedang menyusun bola, teryata marka nya itu tertarik dengan salah satu teman ichin, dan dia pun mulai nyambung ngobrol dengan ichin dan kawan2 nya..
  " Dek lia tinggal diman?" Rayu andi terhadap marka itu yang bernama lia.
  " Dibelakang sini bg"
  " Oo..dekatlah tempat tinggal nya ya.."
  " Ya bg.."
  " Mw gak ntar dianterin pulang"
  " Hehe..kan dekat, ngapin juga pake anterin bg, lagian dek bawa motor sendiri kok bg"
  " Oo..pulang sama aja kita ntar bg, sekalian tau rumah lia dimana"
Lia bisa lansung akrab gitu, karena dia naksir pada salah seorang mereka ya itu alan, yang mukanya agak berlebih dari mereka bertiga..    
  " Oo..ya udah, ntar kami tunggu diluar ya lia.." Jawab andi
Setelah tempat biliar tutup, dan semua karyawan nya pun pulang, dan lia pun pulang dengn mengendarai motor metik,
  " Yuk bg, bareng ama lia," ajak lia pada mereka yang udah setia menunggu diparkir sampai lia selesai dan pulang.
Kemudian mereka mengikuti lia dari belkang, dan berhenti lah lia didepan warung nasi goreng,
  " Wa duh, mampus lah kita.." Pikir mereka
Tapi mereka ketimbang malu,  kemudian lia mengajak mereka berempat duduk,
  " Pesan apa mas?" Tanya mas yang jualan
  " Pesan mie gorang ya mas sama es jeruk" jawab lia dengan lantang
  " Kalau mas-mas ini mw pesan apa?
  " Saya sih udah kenyang sebetulnya mas, saya minta teh goyang aja satu.."
Ada yag tau gak teh goyang itu apa?
Yaitu sari teh disiram dengan air yang dikasi gula sedikit saja, yang rasanya hambar, biasanya funsi teh ini untuk menghilang kepedasan disaat selesai makan yang pedas-pedas, selain itu teh ini biasa nya gratis alias gak perlu bayar, dan maka dari itu mereka memesan nya tiga, karena mereka takut ketahuan kalau mereka lagi berekting, mereka memberi syarat pada alan untuk memesan makanan biar tampak seperti orang berduit gitu,
  " Saya nasi goreng satu mas" tambah alan dengan santai,
  Sambil makan dan asik nya ngobrol. Tiba ada seseorang yang menelpon lia saat itu, sepertinya lia di beritahu kalau dia harus pulang, sebelum mie gorang yang dipesannya itu habis, kemudian lia permisi pada mereka berempat untuk pamit pulang,
  " Maf abang-abang ku..lia pulang dulu ya, rumah lia dekat kok dari sini, tuh gang nya " sambil menunjuk gang disamping warung tersebut,
  " Yau udah, hati-hati ya lia.." Jawab mereka
  " Eh giman neh bg, lia atau siapa yang bayarnya neh..?"
  " Udah biar kami aja yang bayar nya"
Jawab heri dengan sok-sok dewasanya..
  " Oo..yudah makasih banyak ya bg..y udah lia pulang dulu ya.."
Kemudian pulang lah lia sambil melewati gang disamping warung itu,
Tinggal lah urusan bayar-membayar sama mereka berempat..
   " Jadi gimana neh.." Tanya andi..
   " Gini aja..kita periksa saku masing-masing dan kumpulkan uang yang tersisa dan hitung jumlah nya" heri memberi saran pada mereka, kemudian dari saku alan ada 7 ribu, dari saku andi kosong cuma ada rokok dan korek api,hehe, emang nya mw mas nya dibayar pake rokkok apa..? Kemudian saku ichin 10 ribu, dan saku heri ada 15 ribu, dan terkumpul lah uang mereka sebesar 32 ribu rupiah,
   " Mas brapa semuanya nya mas,"
Tanya andi dengan gaya sok gitu, kemudian masnya mulai menghitung,
  " Totalnya 24 ribu rupiah" jawab mas-mas yang jualan, dan mereka lagi-lagi beruntung karna uangnya masih berlebih, dan gak tekor,,
Kemudian mereka pun pergi meninggalkan warung itu..  
  Mereka berpindah tempat nongkrong, kemudian sampai lah di suatu tempat yang sangat terkenal di kota itu, dimana disitu fasilitas nya sangat lengkap, dari orang jualan bakar jagung, sampai tempat pasangan muda mudi yang dimabuk asmara bisa memadu kasih, selang tak berapa lama duduk-duduk tiba-tiba muncul seorang wanita yang sedang jalan kaki melewati mereka, ternyata tuh wanita penjaga warung jagung bakar, dan disaat ada kesempatan mereka lantas merayunya,kali ini mereka tetap mengandalkan alan yang wajahnya lumayan dari mereka bertiga,  
   " Hai dek, mw kemana?" Tanya alan,
   " Mau kewarung bang" jawab gadis itu,
   " Abang anterin gmn?"
   " Makasih bg, dekatan kok?"
Seperti dugaan mereka, gadis itu lansung terpesona oleh ketampanan wajah  alan,
Sepulang nya dari warung gadis itu lanasung samperin mereka,, dan berbincang-bincang..layaknya seperti orang yang sudah lama kenal, gadis itu lansung akrab dengan mereka..setelah mereka berkenalan ternyata gadis itu bernama dewi,
Malam pun mulai larut, otak-otak mereka udah mulai negatif terhadap dewi, mereka berusaha mencari-cari cara agar bisa membawa dewi pulang kekos mereka..
    " Dewi, main ketempat abang yok?"
 Tanya heri
    " Gak ah bg, ntar kalian perkosa pulak aku.." Jawab dewi
    " Gak dow dek, kami orang baik-baik semua kok,,"
    " Kalau yang ajak abang yang satu ini dewi mau nyo.." Dewi mununjuk kearah alan
Spontan aja mereka bertiga, ichin, andi dan heri mencolek alan agar merayu dewi untuk diajak pulang kekos..
    " Yok lah dek, main ketempat abang yok," ajak  alan dengan lembut nya,
Kemudian dewi pun meng iyakan ajakan alan.
    " Ya bg..dewi sama abng alan ya.."
    " Ya dek " jawab alan
Berhubung sepeda motor mereka cuma ada 2, maka dengan sangat terpaksa heri,andi dan ichin memakai satu motor alias TarTig (tarek tiga),,
Waktu menunjukkan jam 1.00 malam..sesampainya disekitaran kos mereka. heri, andi dan ichin pergi kekost duluan, dan melihat situasi apakah aman atau gaknya, mereka masuk lewat belakang, karna berhubungan kos mereka berpagar belakang dan samping nya maka dengan sangat  terpaksa mereka harus lewat pagar, karena diwarung depan kos mereka sedang rame orang-orang yang sedang main domino..
Heri dan alan membawa motor kedepan dan memasukkan motor kedalam rumah, kemudian andi dan ichin membantu dewi untuk lewat pagar, ichin mendorong panta dewi, dan disebalik pagar siap-siap disambut oleh andi sehingga mereka pun berhasil memasukan dewi kedalam kos.
Didalam kos ternyata masih ada satu orang teman mereka yang didalm kos, yang sedang main game dikomputer dikamarnya sendiri, kemudian botok, begitu panggilannya sangat terkejut dengan mereka berempat yang membawa pulang seorang cewek,
   " Botok kamu diam aj dikamarya, kalau kamu mau ntar kami kasi gilran, tapi yang terakhirya..hahaha.."
Mereka lantas menertawakan botok
   " Waduh, kalain ambil aja semuanya, gue gak mau tuh,," jawab botok
   " Yau udah, asal jangan banyak mulut aja lu ntar ya,," ancam heri kepada botok.
Kemudian dewi mereka masukan kedalam kamar sendiri saja dan mereka berempat keluar kamar dan berunding.
    " Jadi gimana sekarang neh, siapa yang duluan?" tanya alan,
   " Berhubung dia mau dekatnya sama kamu lan, kamu aja duluan, ntar sehabis kamu baru aku " jawab heri, kemudian ichin dan andi mulai berdebat tentang siapa yang akan duluan setelah heri, 
    " Aku duluan ya chin," tanya andi
    " Enak ja lu ndi, lu terus yang duluan, dari kemaren-kemaren lu aja yang duluan trus, sekarang gantian dong, aku lagi yang duluan,"
Dan andi tampa mau berdebat lebih panjang, dan akhirnya merelakan ichin yang duluan setelah heri.
Jadi giliran ketiga aja pun mereka ribut, apalagi mw cari giliran yang pertama ya, dasar orang-orang aneh.
Kemudian masuk lah alan kedalam kamar dan pintu pun ditutup kembali, heri, ichin dan andi menunggu diluar kamar, mereka bertiga gak tau apa yang sedang terjadi didalam kamar, terkadang terdengar jeritan kecil seorang wanita, terkadang juga terdengar teriakan kuat, namun mereka cuma bisa menunggu sampai giliran mereka tiba,
Dan selang beberapa menit kemudian keluar lah alan dari dalam kamar, dengan membuka baju dan pergi menuju kamar mandi, sambil mengisyarat kan heri untuk masuk kedalam kamar, dan tampa pikir panjang heri pun masuk kedalam kamar dan mengunci pintu kembali,
Ichin dan andi pun tertawa sambil. Keluar kamar, menyengir saja berdua menunggu heri keluar dari kamar,
Tak beberapa lama kemudian heri keluar dari dalam kamar, ichin dan andi spontan terheran-heran, dan bertanya..
  " Knapa kamu heri? Kok cepat kali keluar " tanya ichin
  " Dewi minta minum", tolong belikan minuman dulu " jawab heri,
Ternyata dewi kehausan, dan andi pun pergi kewarung untuk membeli sekaleng minuman lalu memberikannya kepada heri, heri pun kembali kedalam kamr,
Tak lama kemudian, seperti alan didalam kamar tdi, terdengar suara rintihan, dan sura jeritan-jeritan kecil dari dalm kamar, mereka yang berada diluar cuma dapat tersenyum dan menyengir dikala mendengar nya,,
Setelah setengah jam berada didalam kamar, heri pun keluar dari dalam kamar sama seperti alan tadi, heri hanya memakai celana dengan baju terbuka keluar dari kamar.
"Chin masuk lah, aku udah siap," seru heri kepada ichin
Dengan sedikit deg-degan lantas ichin masuk kedalm kamar,
Kamudian mengunci pintu,,
Didalam kamar lampunya sudah dimatika, jadi suaananya gelap remang-remang gitu, cuma ada cahaya dari televisi yang masih hidup, kemudian ichin melihat disudut kanan, dekat kasur dewi sedang terbaring sambil menonton tivi, dewi yang saat itu memakai tengtop dan sooth, kemudian ichin mendekati dewi sambil bermesraan berdua, dewi sedikit pun gak pernah menolak kalau seseorang mendekat apa lagi meraba nya, dalam pikiran saat itu bahwa sah nya dewi ini emang cewek yang gak benar, dan sering berhubungan dengan laki-laki hidung belang, makanya gak menolak ajakan dari seseorang yang mendekat padanya..setelah asik-asiknya meraba, dewi mengambil tas yang dibawanya, kemudia mengeluarkan bedak dari dalam tas, dan menyuruh ichin untuk menaburi bedak dipinggir-pinggir pahanya,, ichin pun menaburi dipinggir-pinggir paha dewi, kemudian ichin menghusap-husap paha dewi, lama kelamaan makin keatas usapan ichin, hampir sampai ke vagina nya ichin menghusap-husapkan bedak itu, setelah sekian lama menghusap ichin pun mulai gak tahan lagi, pertama menanggalkan bajunya, sampai-sampai semua nya terbuka dan mereka bergulat bebas ditpe kasur,,toeng..toeng... Sampai semua itu terjadi dibawah alam sadar mereka,
Dan ichin pun selesai, dia  keluar dari dalam kamar, diluar terlihat ada masih satu orang yang sudah gak sabar untuk masuk kedalam kamar, ya itu andi,,tampa menunggu basa basi dari ichin andi pun masuk kedalam kamar,
Dan diluar cuma ada heri dan alan, yang sudah lelah, dan cuma mampu untuk tersenyum-tersenyum kecil,
Tak beberapa lama andi masuk kekakamar, kemudian andi keluar, dan ternyata dewi lapar dan ingin makan, andi berusaha mencarikan makanan, dan dikos itu yang ada cuma roti saja, kemudian andi pun masuk kekamar kembali dengan membawakan dewi roti bungkus, setelah beberapa lama masuk andi pun keluar dengan wajah yang sedikit kecewa, lalu ichin bertanya pada andi.
   " Kenapa ndi kok keluar?"
   " Brengsek..knapa ya giliran aku dia itu tidak mw sedikit pun disentuh?"  
   " Wah..sial banget lu ndi" jawab alan..
   " Sentuh ini dia marah, sentuh itu dia marah,,dia bilang capek lah, apalah,,kurang ajar tuh cew" kata andi dengan kesalnya..
   " Ya udah lah ndi, biarkan dia istrahat dulu..." Jawab heri,
Kemudian tiba-tiba dewi menutup pintu kamar dan mengunci nya, pupus sudah lah harapan untuk andi, mengulang usaha nya lagi, dan mereka pun terpaksa tidur diluar bersama..
Setelah mereka semua tertidur, ternyata si andi ini merasa tidak enak perasaan nya, karna semua temannya mendapatkan apa yang mereka inginkan, sedang dia cuma omelan yang dia terima, mau masuk kekamar diam-diam pun pintu nya udah terkunci, andi tak lantas menyerah begitu saja, dia ingat kalau loteng dikamar itu terbuka diatasnya hanya sebesar satu badan, loteng ini merupakan untuk masuk keatas loteng, dan terhubung dari kamar mandi ke loteng diatas kamr tersebut,,
Kemudian andi pun memanjat dinding di kamar mandi, dan masuk ke loteng menuju kamar yang ditempatin oleh dewi, kemudian andi sampai di atas loteng kamar dewi terbut, karna kaki andi yang dari kamar mandi tadi masih basah dan sedikit berdebu, sehingga menempel di dinding kamar yang ditempatin dewi, dan membekas..
Setelah andi sampai dikamar, dia mulai berusaha membangunkan dewi dengan diam-diam, namun bukan nya dewi terbangun dan menuruti kemauan andi, tapi dewi mengancam andi untuk teriak, jika andi tidak keluar dari kamar itu,
Lagi-lagi andi gagal untuk yang kedua kali nya..andi pasrah dengan ketidak beruntungan nya di malam itu.
Dipagi hari nya sekitar jam 6.30 mereka Harus mengantarkan dewi keluar dari kos pagi-pagi sekali sebelum warga sekitar mengetahui keberadaan dewi didalam kos mereka, mereka mngantar dewi sampai dia mendapatkan angkot untuk pulang kerumah nya, mereka memberikan uang ongkos pada dewi untuk membayar angkot, setelah menunggu dipinggir jalan, akhir nya angkot datang juga, dewi pun pamit sama mereka dan mencium kening mereka satu-persatu didepan orang banyak dipinggir jalan itu, sehingga membuat mereka menjadi malu dengan keadaan seperti itu, setelah dewi masuk angkot dan pergi, mereka merasa sangat lega lepas darinya, dan hanya tersenyum memandang kepergian dewi.
Dan mereka pun kembali kekos..

The end

NB: Cerita ini hanya karangan penulis belaka, kalau ada kesamaan kejadian dan nama tokohnya itu hanya kebetulan semata,
        

Tidak ada komentar:

Posting Komentar