![]() |
| Lomang Tapai |
Ichin mempunyai teman bernama andi, heri dan alan, kesemua
temannya itu tinggal satu rumah atau bisa juga dibilang tergabung dalam satu
kos-kosan, sedangkan ichin berbeda tempat tinggal dengan mereka bertiga, meskipun rumah ichin
berjarak cukup jauh dari kos-kosan temannya, tapi ichin lebih sering
menhabiskan waktunya di kos temannya ketimbang harus tinggal di rumahnya
sendiri, tak jarang juga ichin tidur dikos-kosan temannya, meskipun ada jadwal
kuliah dipagi hari nya, ichin jarang meninggalkan perkuliahan, karena menurut
ichin tujuan yang paling utama dia berangkat kekota ini hanya untuk menimba
ilmu..kalau urusan bersenang-senang adalah hal yang nomor dua, ichin sebetulnya
bercita2 untuk membahagiakan orang tua nya, iya ingin orang tuanya tersenyum
disaat melihat putra semata wayang memakai baju toga..dengan niat nya itulah
ichin jarang meninggalkan kuliah, meskipun dia sering bergadang bersama teman2nya, dia tetap
berangkat kekampus meskipun mata ichin hanya tinggal 5 watt sesampainya
dikampus, dan tak jarang pula ichin tertidur didalam kelas dan disaat dosen
sedang menerangkan ichin memilih bangku yang paling belakang, agara disaat dia tidur
dosen gak bisa melihat aktifitas nya dibelakang..
Pernah suatu ketika diesok hari nya ichin itu harus
menghadpi ujian semester dikampus nya, namun ichin tetap cuek, dia malahan
pergi dengan teman nya untuk bermain biliard di suatu tempt yang cukup terkenal
dikotanya pada saat itu, , sakin asik nya bermain tampa terasa, tuh tempat
biliard harus tutup karna batas waktu bukanya hiburan malam seperti biliard dan
karoke sudah habis, jikalau mereka bersih keras juga untuk tetap buka, maka bisa-bisa
tuh tempat akan terjaring raziah Satpol PP, mendengar kalau tuh tempat akan
ditutup, ichin dan kawan-kawanya merasa tunggung, mereka meminta kepada karyawan
ditempat itu untuk menutupnya sebentar lagi, karna permainan mereka blum
selesai, setelah sekian lama menunggu, para pelayan-pelayan dan sekurity
ditempat itu mencoba untuk menyuruh mereka untuk menyudahi permainan mereka,
agar para pelayan bisa cepat2 pulang, merasa tak mampu untuk menegur mereka,
tiba-tiba muncul lah orang yang mempunyai biliar tersebut dengan dua orang
berpakaian safari hitam-hitam yang berbadan cukup besar,
" Hei
bro..maaf kami akan segera tutup, tolong selesaikan permainan kalian ya.."
Kata laki itu dengan sopan pada mereka..
" Maf ya
bro..maaf banget.. neh lagi tanggung mainnya gak bisa kah kalian untuk menunggu
kami sebentar lagi.."
"
Dari td kami tunggu dan tunggu namun kalian tak menghiraukan kami, kalau mu
cari gara-gara jangan disini lah bro" berkata laki itu dengan nada yg
cukup emosi
" Kami
bukan cari gara-gara bro, kami kan bayar disini"
" Wah songong neh anak..lu main sebentar
dan tak membeli minum aja dah belagu kalian mau bayar.. Mendingan kalian cabut
sana, dari pada gw bertindak kasar terhadap kalian" kata laki itu dengan
sedikit mengancam mereka..
Dan saking emosinya, berkata salah seorang teman ichin
dengan berbahasa kampung, berharap tuh cina yang punya biliard tidak mengerti..
" Jan
maau..au juo kalian ma.."
Tiba-tiba laki itu lansung bilang
" Apa lu
billang?"
Ternyata salah orang anak buah tuh cina mengerti bahasa
kampung, dan lansung menerjemahkan kebahasa indonesia, yang artinya kira2
begini..
(Jangan bacod aja lu)
Spontan aja tuh bodyguard tuh china maju dan mengejar
mereka, merasa mereka kalah jumlah dengan anak buah tuh cina, mereka lansung
lari meninggalkan tempat biliard tampa membayar sepersen pun kepada tuh china, setelah
mereka merasa aman dari kejaran bodyguard-bodyguard tadi akhir nya mereka
berhenti, dan mereka tertawa karna mereka merasa lolos dari kejaran bodyguar
yang berbadan besar, dan dapat main gratis lagi, sungguh tak terbayangkan oleh mereka kalau seandainya
mereka tertangkap oleh bodygurad2 tadi, wah bisa babakbelur dech muka mereka
satu-persatu. Mereka amat berung malam itu, saking merasa beruntung bukan nya
mereka pulang dan mengucapkan sukur, justru mereka pindah tempat nongkrong,
mereka mencari tempat seperti cafe-cafe gitu, sekaing asiknya duduk dicafe
tersebut, gak terasa hari sudah pagi, suara azan subuh pun sudah terdengar dari
kejauhan, ichin sebetulnya sudah dari tdi ingin pulang tapi karna teman2 nya
maksa untuk mampir dulu dicafe, ya terpaksa ichin turutin, karena menghargai
teman aja, padahal ichin ada ujian semester di pagi hari nya..waktu udah
menunjukan 04.30 pagi, ichin trus desak teman2nya, akhirnya mereka mw plang
juga, mungkin mereka udah mulai ngantuk, sampai dikos-kosan temannya udah jam
5.00, tampa ragu2 ichin lansung tidur saja, dengan niat jam 6.00 pagi udah
terbangun,
Apa....!!!
Cuma tidur satu jam..bisa kebayang gak sih, gmn rasa
nya tidur satu jam setelah semalaman gak tidur..pasti badan nya sakit-sakitlah,
kepalanya pusinglah, namun demi cita-citanya hal itu dengan kepaksa ia lakukan
juga,
Dan alaram pun berbunyi pada pukul 6.00 pagi, berhubung
mereka masih ngantuk semua, dan lelah,,alaram itu pun sama sekali tak terdengar
oleh mereka meskipun diletakkan disamping telinga..
alaram terus bunyi..sedang kan waktu sudah menunjukan
pukul 7.00, ichin mulai mendengar alaram tersebut, namun dengan badan yang sangat
berat sekali untuk digerakkan, namun ichin mulai memaksakan untuk ambil jam
tersebut, dan melihat jam,
" Mampus
lah,,alaram sialan dihidupkan jam 6.00 malah bunyi jam 7.00 "
Ichin menyalahkan alaram tersebut, padahal alaramnya
gak salah apa-apa diakan udah bunyi dari jam 6 tadi namun dia nya ja yang
kedengeran,,pake nyalah2kan alaram segala,,
Ichin bergegas mencuci muka, dan lansung pulang
kerumahnya untuk ganti baju, dan sesampainya dikampus ichin melihat orang
sedang rame diluar,ichin berpikir kalau teman-teman satu lokalnya belum masuk
ujian..
"untung
saja gak terlambat" kata ichin dalam
hati,
Tetapi Setelah ichin bertanya-tanya pada temannya,
rupanya ujian yang pertama udah selesai, sekarang itu waktunya istrahat dan
menunggu untuk unjian kedua,
Mampus dech, bisa gagal neh matakuliah yang diujiankan,
pikir ichin, namun ichin tak menyerah begitu saja, dia menjumpai dosen mata kuliah
tersebut dan memohon untuk di berikan ujian ulang atau ujian susulan, berhubung
tuh dosen amat baik dengan ichin, maknya ia mendapt ujian susulan, nantinya setelah ujian kedua selesai, dan
diujian itu, ichin hanya mengerjakan ujian sendiri saja, terang aja ichin
bingung, jangan kan belajar, pegang buku aja gak pernah, gimana nantinya mw
jawab soal, tapi ichin tetap bersukur mendapat
ujian susulan, ketimbang tuh mata kuliah gagal kan, walaupun nantinya tuh ujian
gagal juga, dikarenakan lembar jawaban yang kosong..tetapi paling tidak ichin udah
berusaha,,,cayo ichin...!!!
Seminggu telah berlalu..ujian akhir smesterpun selesai
juga, ichin sebetul nya sudah libur, namun dia tidak plang kampung, di lebih
memilih tetap tinggal dikota, sebab kalau dia masih tetap dikota uang kiriman
nya tetap berjalan dari minggu keminggu nya, berbeda jika ichin harus plang
kampung, jangan kan untuk jajan, untuk membeli pulsa pun ichin harus bersusah
payah mencari uang, ya mw tak mau ichin harus mencari pekrjaan sampingan
dikampung, makanya ichin lebih memilih untuk tinggal dikota saja.
Untuk mengisi waktu libur ichin hari demi hari bermain
saja, siang main game di warnet, dan kalau malam main dikos teman-temanya,,
Pernah pada suatu malam ichin dan bertiga temanya
sedang nongkrong2 dikos,
" Dari
pada kita bengong2 aja di kost mending kita main biliard yuk" ajak ichin
kepada ketiga temannya,"
" Wah,
bukannya gak mau chin, tapi pendanaan menipis neh" jawab andi.,
" Iya neh
chin, lagi bokek " jawab alan..
" Iya
juga sih..mana kiriman blum datang lagi " tambah heri
" Gimana
kalau kita mainnya bentar aja, hanya untuk melepas kecanduan" kata ichin
dengan sedikit rayuan agar teman nya mau..
" Ok
lah..dari pada kita bengong-bengong aja nih dikos, ntar malah kerasukan kita
" berkata salah sstu teman ichin..
Dan akhirnya mereka pun pergi untul main biliard, tapi
tidak ditempat yang bermasalah yang dulu tentunya, mereka mencari tempat
biliard yang baru buka di kota tersebut,
emang pada waktu itu, dimana dikota itu sedang berkembang nya
tempat-tempat hiburan seperti biliard dan karoke.
Sesampainya ditempat biliard, mulailah mereka bermain,
dan ditemani dengan Marka-marka biliard yang cantik-cantik, dan memakai rok
mini, yang mana membuat terpesona setiap lelaki yang datang untuk bermain
ditempat tersebut, maklum saja lah namanya juga tempat yang baru buka, tentu
mereka menampil kan peporma terbaiknya, sehingga mampu menarik pelanggan untuk
sering datang ketempat mereka, toh lama kelaman tuh cew kalau yang jadi
markanya nya make celana panjang juga, karna tempat nya yang udah lama, seperti
tempat biliard yang ada masalah kemaren-kemarin itu.
Setelah mereka lama bermain dan sambil ngerayu marka
nya biliard yang sedang menyusun bola, teryata marka nya itu tertarik dengan
salah satu teman ichin, dan dia pun mulai nyambung ngobrol dengan ichin dan
kawan2 nya..
" Dek lia
tinggal diman?" Rayu andi terhadap marka itu yang bernama lia.
"
Dibelakang sini bg"
"
Oo..dekatlah tempat tinggal nya ya.."
" Ya
bg.."
" Mw gak
ntar dianterin pulang"
"
Hehe..kan dekat, ngapin juga pake anterin bg, lagian dek bawa motor sendiri kok
bg"
"
Oo..pulang sama aja kita ntar bg, sekalian tau rumah lia dimana"
Lia bisa lansung akrab gitu, karena dia naksir pada
salah seorang mereka ya itu alan, yang mukanya agak berlebih dari mereka
bertiga..
" Oo..ya
udah, ntar kami tunggu diluar ya lia.." Jawab andi
Setelah tempat biliar tutup, dan semua karyawan nya
pun pulang, dan lia pun pulang dengn mengendarai motor metik,
" Yuk bg,
bareng ama lia," ajak lia pada mereka yang udah setia menunggu diparkir
sampai lia selesai dan pulang.
Kemudian mereka mengikuti lia dari belkang, dan
berhenti lah lia didepan warung nasi goreng,
" Wa duh,
mampus lah kita.." Pikir mereka
Tapi mereka ketimbang malu, kemudian lia mengajak mereka berempat duduk,
" Pesan
apa mas?" Tanya mas yang jualan
" Pesan
mie gorang ya mas sama es jeruk" jawab lia dengan lantang
" Kalau
mas-mas ini mw pesan apa?
" Saya sih
udah kenyang sebetulnya mas, saya minta teh goyang aja satu.."
Ada yag tau gak teh goyang itu apa?
Yaitu sari teh disiram dengan air yang dikasi gula
sedikit saja, yang rasanya hambar, biasanya funsi teh ini untuk menghilang
kepedasan disaat selesai makan yang pedas-pedas, selain itu teh ini biasa nya
gratis alias gak perlu bayar, dan maka dari itu mereka memesan nya tiga, karena
mereka takut ketahuan kalau mereka lagi berekting, mereka memberi syarat pada
alan untuk memesan makanan biar tampak seperti orang berduit gitu,
" Saya
nasi goreng satu mas" tambah alan dengan santai,
Sambil makan
dan asik nya ngobrol. Tiba ada seseorang yang menelpon lia saat itu, sepertinya
lia di beritahu kalau dia harus pulang, sebelum mie gorang yang dipesannya itu
habis, kemudian lia permisi pada mereka berempat untuk pamit pulang,
" Maf
abang-abang ku..lia pulang dulu ya, rumah lia dekat kok dari sini, tuh gang nya
" sambil menunjuk gang disamping warung tersebut,
" Yau
udah, hati-hati ya lia.." Jawab mereka
" Eh
giman neh bg, lia atau siapa yang bayarnya neh..?"
" Udah
biar kami aja yang bayar nya"
Jawab heri dengan sok-sok dewasanya..
"
Oo..yudah makasih banyak ya bg..y udah lia pulang dulu ya.."
Kemudian pulang lah lia sambil melewati gang disamping
warung itu,
Tinggal lah urusan bayar-membayar sama mereka
berempat..
" Jadi
gimana neh.." Tanya andi..
" Gini
aja..kita periksa saku masing-masing dan kumpulkan uang yang tersisa dan hitung
jumlah nya" heri memberi saran pada mereka, kemudian dari saku alan ada 7
ribu, dari saku andi kosong cuma ada rokok dan korek api,hehe, emang nya mw mas
nya dibayar pake rokkok apa..? Kemudian saku ichin 10 ribu, dan saku heri ada
15 ribu, dan terkumpul lah uang mereka sebesar 32 ribu rupiah,
" Mas
brapa semuanya nya mas,"
Tanya andi dengan gaya sok gitu, kemudian masnya mulai
menghitung,
"
Totalnya 24 ribu rupiah" jawab mas-mas yang jualan, dan mereka lagi-lagi
beruntung karna uangnya masih berlebih, dan gak tekor,,
Kemudian mereka pun pergi meninggalkan warung itu..
Mereka berpindah tempat nongkrong, kemudian
sampai lah di suatu tempat yang sangat terkenal di kota itu, dimana disitu
fasilitas nya sangat lengkap, dari orang jualan bakar jagung, sampai tempat
pasangan muda mudi yang dimabuk asmara bisa memadu kasih, selang tak berapa
lama duduk-duduk tiba-tiba muncul seorang wanita yang sedang jalan kaki
melewati mereka, ternyata tuh wanita penjaga warung jagung bakar, dan disaat
ada kesempatan mereka lantas merayunya,kali ini mereka tetap mengandalkan alan
yang wajahnya lumayan dari mereka bertiga,
" Hai
dek, mw kemana?" Tanya alan,
" Mau
kewarung bang" jawab gadis itu,
" Abang
anterin gmn?"
"
Makasih bg, dekatan kok?"
Seperti dugaan mereka, gadis itu lansung terpesona oleh
ketampanan wajah alan,
Sepulang nya dari warung gadis itu lanasung samperin
mereka,, dan berbincang-bincang..layaknya seperti orang yang sudah lama kenal,
gadis itu lansung akrab dengan mereka..setelah mereka berkenalan ternyata gadis
itu bernama dewi,
Malam pun mulai larut, otak-otak mereka udah mulai
negatif terhadap dewi, mereka berusaha mencari-cari cara agar bisa membawa dewi
pulang kekos mereka..
" Dewi,
main ketempat abang yok?"
Tanya heri
" Gak
ah bg, ntar kalian perkosa pulak aku.." Jawab dewi
" Gak
dow dek, kami orang baik-baik semua kok,,"
" Kalau
yang ajak abang yang satu ini dewi mau nyo.." Dewi mununjuk kearah alan
Spontan aja mereka bertiga, ichin, andi dan heri
mencolek alan agar merayu dewi untuk diajak pulang kekos..
" Yok
lah dek, main ketempat abang yok," ajak alan dengan lembut nya,
Kemudian dewi pun meng iyakan ajakan alan.
" Ya
bg..dewi sama abng alan ya.."
" Ya
dek " jawab alan
Berhubung sepeda motor mereka cuma ada 2, maka dengan
sangat terpaksa heri,andi dan ichin memakai satu motor alias TarTig (tarek tiga),,
Waktu menunjukkan jam 1.00 malam..sesampainya disekitaran
kos mereka. heri, andi dan ichin pergi kekost duluan, dan melihat situasi
apakah aman atau gaknya, mereka masuk lewat belakang, karna berhubungan kos
mereka berpagar belakang dan samping nya maka dengan sangat terpaksa mereka harus lewat pagar, karena diwarung
depan kos mereka sedang rame orang-orang yang sedang main domino..
Heri dan alan membawa motor kedepan dan memasukkan
motor kedalam rumah, kemudian andi dan ichin membantu dewi untuk lewat pagar,
ichin mendorong panta dewi, dan disebalik pagar siap-siap disambut oleh andi
sehingga mereka pun berhasil memasukan dewi kedalam kos.
Didalam kos ternyata masih ada satu orang teman mereka
yang didalm kos, yang sedang main game dikomputer dikamarnya sendiri, kemudian
botok, begitu panggilannya sangat terkejut dengan mereka berempat yang membawa
pulang seorang cewek,
" Botok
kamu diam aj dikamarya, kalau kamu mau ntar kami kasi gilran, tapi yang
terakhirya..hahaha.."
Mereka lantas menertawakan botok
" Waduh,
kalain ambil aja semuanya, gue gak mau tuh,," jawab botok
" Yau
udah, asal jangan banyak mulut aja lu ntar ya,," ancam heri kepada botok.
Kemudian dewi mereka masukan kedalam kamar sendiri
saja dan mereka berempat keluar kamar dan berunding.
" Jadi
gimana sekarang neh, siapa yang duluan?" tanya alan,
"
Berhubung dia mau dekatnya sama kamu lan, kamu aja duluan, ntar sehabis kamu
baru aku " jawab heri, kemudian ichin dan andi mulai berdebat tentang
siapa yang akan duluan setelah heri,
" Aku
duluan ya chin," tanya andi
" Enak
ja lu ndi, lu terus yang duluan, dari kemaren-kemaren lu aja yang duluan trus,
sekarang gantian dong, aku lagi yang duluan,"
Dan andi tampa mau berdebat lebih panjang, dan
akhirnya merelakan ichin yang duluan setelah heri.
Jadi giliran ketiga aja pun mereka ribut, apalagi mw
cari giliran yang pertama ya, dasar orang-orang aneh.
Kemudian masuk lah alan kedalam kamar dan pintu pun
ditutup kembali, heri, ichin dan andi menunggu diluar kamar, mereka bertiga gak
tau apa yang sedang terjadi didalam kamar, terkadang terdengar jeritan kecil
seorang wanita, terkadang juga terdengar teriakan kuat, namun mereka cuma bisa
menunggu sampai giliran mereka tiba,
Dan selang beberapa menit kemudian keluar lah alan
dari dalam kamar, dengan membuka baju dan pergi menuju kamar mandi, sambil
mengisyarat kan heri untuk masuk kedalam kamar, dan tampa pikir panjang heri
pun masuk kedalam kamar dan mengunci pintu kembali,
Ichin dan andi pun tertawa sambil. Keluar kamar, menyengir
saja berdua menunggu heri keluar dari kamar,
Tak beberapa lama kemudian heri keluar dari dalam
kamar, ichin dan andi spontan terheran-heran, dan bertanya..
" Knapa kamu
heri? Kok cepat kali keluar " tanya ichin
" Dewi
minta minum", tolong belikan minuman dulu " jawab heri,
Ternyata dewi kehausan, dan andi pun pergi kewarung
untuk membeli sekaleng minuman lalu memberikannya kepada heri, heri pun kembali
kedalam kamr,
Tak lama kemudian, seperti alan didalam kamar tdi,
terdengar suara rintihan, dan sura jeritan-jeritan kecil dari dalm kamar,
mereka yang berada diluar cuma dapat tersenyum dan menyengir dikala mendengar
nya,,
Setelah setengah jam berada didalam kamar, heri pun
keluar dari dalam kamar sama seperti alan tadi, heri hanya memakai celana
dengan baju terbuka keluar dari kamar.
"Chin masuk lah, aku udah siap," seru heri
kepada ichin
Dengan sedikit deg-degan lantas ichin masuk kedalm
kamar,
Kamudian mengunci pintu,,
Didalam kamar lampunya sudah dimatika, jadi suaananya
gelap remang-remang gitu, cuma ada cahaya dari televisi yang masih hidup,
kemudian ichin melihat disudut kanan, dekat kasur dewi sedang terbaring sambil
menonton tivi, dewi yang saat itu memakai tengtop dan sooth, kemudian ichin
mendekati dewi sambil bermesraan berdua, dewi sedikit pun gak pernah menolak
kalau seseorang mendekat apa lagi meraba nya, dalam pikiran saat itu bahwa sah
nya dewi ini emang cewek yang gak benar, dan sering berhubungan dengan
laki-laki hidung belang, makanya gak menolak ajakan dari seseorang yang
mendekat padanya..setelah asik-asiknya meraba, dewi mengambil tas yang dibawanya,
kemudia mengeluarkan bedak dari dalam tas, dan menyuruh ichin untuk menaburi
bedak dipinggir-pinggir pahanya,, ichin pun menaburi dipinggir-pinggir paha
dewi, kemudian ichin menghusap-husap paha dewi, lama kelamaan makin keatas
usapan ichin, hampir sampai ke vagina nya ichin menghusap-husapkan bedak itu,
setelah sekian lama menghusap ichin pun mulai gak tahan lagi, pertama
menanggalkan bajunya, sampai-sampai semua nya terbuka dan mereka bergulat bebas
ditpe kasur,,toeng..toeng... Sampai semua itu terjadi dibawah alam sadar
mereka,
Dan ichin pun selesai, dia keluar dari dalam kamar, diluar terlihat ada
masih satu orang yang sudah gak sabar untuk masuk kedalam kamar, ya itu
andi,,tampa menunggu basa basi dari ichin andi pun masuk kedalam kamar,
Dan diluar cuma ada heri dan alan, yang sudah lelah,
dan cuma mampu untuk tersenyum-tersenyum kecil,
Tak beberapa lama andi masuk kekakamar, kemudian andi
keluar, dan ternyata dewi lapar dan ingin makan, andi berusaha mencarikan
makanan, dan dikos itu yang ada cuma roti saja, kemudian andi pun masuk kekamar
kembali dengan membawakan dewi roti bungkus, setelah beberapa lama masuk andi
pun keluar dengan wajah yang sedikit kecewa, lalu ichin bertanya pada andi.
" Kenapa
ndi kok keluar?"
"
Brengsek..knapa ya giliran aku dia itu tidak mw sedikit pun disentuh?"
"
Wah..sial banget lu ndi" jawab alan..
" Sentuh
ini dia marah, sentuh itu dia marah,,dia bilang capek lah, apalah,,kurang ajar
tuh cew" kata andi dengan kesalnya..
" Ya
udah lah ndi, biarkan dia istrahat dulu..." Jawab heri,
Kemudian tiba-tiba dewi menutup pintu kamar dan
mengunci nya, pupus sudah lah harapan untuk andi, mengulang usaha nya lagi, dan
mereka pun terpaksa tidur diluar bersama..
Setelah mereka semua tertidur, ternyata si andi ini
merasa tidak enak perasaan nya, karna semua temannya mendapatkan apa yang
mereka inginkan, sedang dia cuma omelan yang dia terima, mau masuk kekamar
diam-diam pun pintu nya udah terkunci, andi tak lantas menyerah begitu saja,
dia ingat kalau loteng dikamar itu terbuka diatasnya hanya sebesar satu badan,
loteng ini merupakan untuk masuk keatas loteng, dan terhubung dari kamar mandi
ke loteng diatas kamr tersebut,,
Kemudian andi pun memanjat dinding di kamar mandi, dan
masuk ke loteng menuju kamar yang ditempatin oleh dewi, kemudian andi sampai di
atas loteng kamar dewi terbut, karna kaki andi yang dari kamar mandi tadi masih
basah dan sedikit berdebu, sehingga menempel di dinding kamar yang ditempatin
dewi, dan membekas..
Setelah andi sampai dikamar, dia mulai berusaha membangunkan
dewi dengan diam-diam, namun bukan nya dewi terbangun dan menuruti kemauan
andi, tapi dewi mengancam andi untuk teriak, jika andi tidak keluar dari kamar
itu,
Lagi-lagi andi gagal untuk yang kedua kali nya..andi
pasrah dengan ketidak beruntungan nya di malam itu.
Dipagi hari nya sekitar jam 6.30 mereka Harus mengantarkan
dewi keluar dari kos pagi-pagi sekali sebelum warga sekitar mengetahui keberadaan
dewi didalam kos mereka, mereka mngantar dewi sampai dia mendapatkan angkot
untuk pulang kerumah nya, mereka memberikan uang ongkos pada dewi untuk
membayar angkot, setelah menunggu dipinggir jalan, akhir nya angkot datang
juga, dewi pun pamit sama mereka dan mencium kening mereka satu-persatu didepan
orang banyak dipinggir jalan itu, sehingga membuat mereka menjadi malu dengan
keadaan seperti itu, setelah dewi masuk angkot dan pergi, mereka merasa sangat
lega lepas darinya, dan hanya tersenyum memandang kepergian dewi.
Dan mereka pun kembali kekos..
The end
NB: Cerita ini hanya karangan penulis belaka, kalau
ada kesamaan kejadian dan nama tokohnya itu hanya kebetulan semata,

Tidak ada komentar:
Posting Komentar